Showing posts with label Meningkatkan Fungsi Otak. Show all posts
Showing posts with label Meningkatkan Fungsi Otak. Show all posts

Sunday, 31 May 2020

WALNUT | Untuk Jantung dan Kulit

Walnut memiliki peringkat paling tinggi diatas jenis kacang lain seperti kacang tanah, almond, pecan, dan lainnya. 
Walnut memiliki tingkat antioksidan dua kali lebih banyak dibandingkan dengan kacang lainnya. Hanya sayangnya tidak banyak orang yang mengonsumsi Walnut.
Joe Vinson dari University of Scranton yang meneliti Walnut mengatakan : " Anti Oksidan pada Walnut memiliki manfaat 15 kali lebih besar dibanding vitamin E dalam jumlah yang sama. Antioksidan dalam Walnut mampu melindungi tubuh dari kerusakan akibat bahan-bahan kimia yang menyebabkan penyakit".

Joe Vinson juga menjelaskan manfaat Walnut lainnya, seperti dilansir Health Me Up (18/10) sebagai berikut :

1. Menjaga Jantung
Selain kaya antioksidan, Walnut juga kaya asam lemak omega-3 yang meningkatkan jumlah kolesterol baik dalam tubuh dan menyingkirkan kolesterol jahat. Mengonsumsi segenggam Walnut bisa membuat anda terhindar dari penyakit jantung, stroke, atau penyakit jantung koroner.
2. Mengurangi Peradangan
Walnut juga mampu mengatasi penyakit peradangan seperti asma, psioriasis, eczema, atau arthtritis.
3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Antioksidan yang ada dalam Walnut membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari proses penuaan, kanker, dan penyakit saraf.
4. Membuat Kulit Bercahaya
Kandungan omega-3 pada Wlnut juga menguatkan membran sel kulit, mengunci kelembaban, dan nutrisi didalamnya yang pada akhirnya membantu kulit bercahaya, dan mengeluarkan racun dari sel kulit.
Walnut juga bisa melindungi kulit dari kekeringan. Walnut banyak digunakan sebagai bahan produk kecantikan.
5. Kehamilan
Wanita hamil sangat disarankan mengonsumsi Walnut. Kandungan vitamin B kompleks yang tinggi serta  vitamin lain seperti folat, riboflavin, thiamin, dan lainnya sangat diperlukan oleh ibu hamil.
6. Kaya Mineral
Walnut mengandung banyak menieral seperti mangan, pottasium, seng, kalsium, besi, magnesium, dan tembaga. Mineral ini memiliki banyak kegunaan untuk perkembangan sperma pria.
7. Melawan Konstipasi
Walnut juga dapat dikonsumsi untuk mengatasi masalah konstipasi.
8. Rambut Indah
Ingin rambut indah? Walnut jawabannya!
Walnut disebut juga sebagai makanan rambut yang kaya akan biotin. Biotin adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk menguatkan rambut, meningkatkan pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan. Kurangnya biotin selalu dikaitkan dengan rambut rontok atau patah.
9. Berat Badan
Sedang berdiet?
Anda bisa menambahkan Walnut dalam makanan diet Anda. Kacang ini memiliki kolesterol rendah. Membantu Anda tetap bugar dan bertenaga selama masa diet Anda.


Nah., sekarang sudah tahu kan banyak manfaat Walnut. Jadi jangan ragu untuk mengonsumsi Walnut demi kesehatan Anda. Untuk lebih mudahnya, Anda bisa mengonsumsi produk kesehatan atau kecantikan yang mengandung Walnut. Penulis menyarankan Anda mengonsumsi SALUT (produksi MCI) yang kaya kandungan Walnut.

Risman 08129943619 (WA)
Ester M 0813 1052 8870 (WA)


sumber : merdeka.com


Thursday, 9 April 2020

BAHAYA RADIASI GADGET BAGI ANAK-ANAK



BAHAYA! Penggunaan gadget pada anak sebaiknya dihindari, dengan cara tidak membiarkan mereka terpapar teknologi tersebut secara berlebihan. Apalagi diberi hak kepemilikan saat usia mereka masih dibawah 12 tahun, karena bisa menghambat tumbuh kembang otak, mental, bahkan fisiknya.
Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar oleh teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam per hari. Dan anak umur 6-18 tahun tetap harus dibatasi.
Anak-anak dan remaja yang menggunakan teknologi melebihi batas waktu yang dianjurkan, memiliki risiko kesehatan serius yang bias mematikan.

Berikut adalah 10 bahaya penggunaan gadget pada anak, yang bersumber dari berbagai penelitian. Hal ini bisa menjadi alasan kuat kenapa orangtua sebaiknya tidak memberikan gadget pada anak sebelum usia 12 tahun.

Bahaya penggunaan gadget pada anak yang harus diwaspadai oleh orangtua.

1.       Mengganggu pertumbuhan otak anak
Pada usia 0-2 tahun, otak anak bertumbuh dengan cepat hingga dia berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak sejak dini dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan.
Stimulasi berlebih dari gadget (HP, internet, tv, ipad, dll sejenisnya) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan kognitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsive, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri.
2.       Tumbuh kembang yang terganggu / melambat
Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga mempengaruhi kemampuan literasi dan prestasi akademik anak secara negatif.
3.       Obesitas
Penggunaan televise dan video game berkaitan dengan meningkatnya kasus obesitas anak. Alat elektronik yang dipasang di kamar anak dan bisa diakses secara pribadi dapat meningkatkan resiko obesitas sebanyak 30%
4.       Kurang tidur
75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Kekurangan tidur akan berdampak buruk pada nilai sekolah mereka, karena otak berkembang dengan baik adalah saat tidur, dan anak membutuhkan tidur yang cukup agar otaknya bisa berkembang dengan baik
5.       Kelainan mental
Penelitian di Bristol University tahun 2010 mengungkapkan, bahaya penggunaan gadget pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autism, kelainan bipolar, psikologis, dan perilaku bermasalah lainnya.
6.       Sifat agresif

Konten di media yang bisa diakses anak, dapat menimbulkan sifat agresif pada anak. Kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di internet, dan jika tidak dilakukan pengawasan, anak bisa terpapar itu semua. Sehingga memicu timbulnya perilaku agresif dan cenderung menyerang orang lain.

7.       Kecanduan
Ketika orang tua terlalu bergantung pada teknologi, mereka akan semakin jauh dari anak. Untuk mengisi kekosongan ikatan dengan orangtua, anak juga mulai mencari penghiburan dari gadget, yang pada akhirnya membuat mereka kecanduan teknologi, dan tidak bisa lepas darinya.
8.       Pikun digital
Kecepatan konten di media, membuat anak memiliki attention span yang pendek. Dia jadi tidak focus pada satu hal, dan mudah berganti focus. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori. Anak menjadi susah memusatkan perhatian.
Hal ini memicu kondisi yang disebut pikun digital, karena anak yang terpapar teknologi terlalu banyak, tidak bisa memusatkan perhatian, imbasnya bisa menjadi kesulitan belajar.
9.       Radiasi emisi

Pada bulan Mei 2011, WHO memasukkan ponsel dan gadget tanpa kabel lainnya dalam kategori Risiko 2B (penyebab kemungkinan kanker), karena radiasi emisi yang dikeluarkan oleh alat tersebut.
James McNamee dari Lembaga Kesehatan Kanada, member peringata pada tahun 2011 lau : “Anak-anak lebih sensitive terhadap radiasi disbanding orang dewasa. Karena otak anak dan system imun mereka masih berkembang. Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa risiko pada anak sama dengan risiko pada orang dewasa!”.
Baca juga : PENANGKAL RADIASI GADGET

10.   Proses belajar yang tidak berkelanjutan
Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak, bisa membuat proses belajarnya tidak kontinyu. Karena teknologi ini membuat segalanya menjadi lebih mudah, sehingga otak anak tidak terasah, disebabkan kemudahan yang ditawarkan untuk mencari jalan pintas.