Showing posts with label Anti Radiasi. Show all posts
Showing posts with label Anti Radiasi. Show all posts

Friday, 10 April 2020

PENANGKAL RADIASI GADGET


Bukan hal mudah untuk melarang anak tidak menggunakan gadget agar dia tidak terkena paparan (radiasi) gadget. Apalagi zaman sekarang, dimana anak-anak dituntut untuk juga belajar dari media internet yang harus dibuka lewat gadget.

Yang bisa dilakukan orang tua adalah mengawasi dan membatasi penggunaan gadget tersebut agar tidak berlebihan. Ada banyak cara yang dilakukan orangtua untuk itu, dan setiap orang tua punya caranya masing-masing.
Namun untuk menangkal Radiasi Gadget, hanya ada satu alat, kalung Pendant MCI.

Beli gadget buat anak, salah satu bentuk sayang. Sayangi juga Kesehatan dan tumbuh kembangnya dengan beli penangkal radiasi gadget untuk anak anda agar dia tetap sehat dan pertumbuhannya sempurna.
Kesehatan buah hati itu PENTING.
Pakaikan kalung Pendant MCI ke anak-anak Anda untuk menangkal radiasi Gadget.
Harganya Tidak Sebanding dengan Nilai Kesehatan Buah hatimu.

Pesan Sekarang untuk Buah Hatimu
MCI akan segera menghubungi Anda setelah kami menerima pesanan Anda.
Info lebih lanjut, hubungi kami (WA) : 
Risman 0812 9943 619
Ester M 0813 1052 8870


Thursday, 9 April 2020

BAHAYA RADIASI GADGET BAGI ANAK-ANAK



BAHAYA! Penggunaan gadget pada anak sebaiknya dihindari, dengan cara tidak membiarkan mereka terpapar teknologi tersebut secara berlebihan. Apalagi diberi hak kepemilikan saat usia mereka masih dibawah 12 tahun, karena bisa menghambat tumbuh kembang otak, mental, bahkan fisiknya.
Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar oleh teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam per hari. Dan anak umur 6-18 tahun tetap harus dibatasi.
Anak-anak dan remaja yang menggunakan teknologi melebihi batas waktu yang dianjurkan, memiliki risiko kesehatan serius yang bias mematikan.

Berikut adalah 10 bahaya penggunaan gadget pada anak, yang bersumber dari berbagai penelitian. Hal ini bisa menjadi alasan kuat kenapa orangtua sebaiknya tidak memberikan gadget pada anak sebelum usia 12 tahun.

Bahaya penggunaan gadget pada anak yang harus diwaspadai oleh orangtua.

1.       Mengganggu pertumbuhan otak anak
Pada usia 0-2 tahun, otak anak bertumbuh dengan cepat hingga dia berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak sejak dini dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan.
Stimulasi berlebih dari gadget (HP, internet, tv, ipad, dll sejenisnya) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan kognitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsive, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri.
2.       Tumbuh kembang yang terganggu / melambat
Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga mempengaruhi kemampuan literasi dan prestasi akademik anak secara negatif.
3.       Obesitas
Penggunaan televise dan video game berkaitan dengan meningkatnya kasus obesitas anak. Alat elektronik yang dipasang di kamar anak dan bisa diakses secara pribadi dapat meningkatkan resiko obesitas sebanyak 30%
4.       Kurang tidur
75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Kekurangan tidur akan berdampak buruk pada nilai sekolah mereka, karena otak berkembang dengan baik adalah saat tidur, dan anak membutuhkan tidur yang cukup agar otaknya bisa berkembang dengan baik
5.       Kelainan mental
Penelitian di Bristol University tahun 2010 mengungkapkan, bahaya penggunaan gadget pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autism, kelainan bipolar, psikologis, dan perilaku bermasalah lainnya.
6.       Sifat agresif

Konten di media yang bisa diakses anak, dapat menimbulkan sifat agresif pada anak. Kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di internet, dan jika tidak dilakukan pengawasan, anak bisa terpapar itu semua. Sehingga memicu timbulnya perilaku agresif dan cenderung menyerang orang lain.

7.       Kecanduan
Ketika orang tua terlalu bergantung pada teknologi, mereka akan semakin jauh dari anak. Untuk mengisi kekosongan ikatan dengan orangtua, anak juga mulai mencari penghiburan dari gadget, yang pada akhirnya membuat mereka kecanduan teknologi, dan tidak bisa lepas darinya.
8.       Pikun digital
Kecepatan konten di media, membuat anak memiliki attention span yang pendek. Dia jadi tidak focus pada satu hal, dan mudah berganti focus. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori. Anak menjadi susah memusatkan perhatian.
Hal ini memicu kondisi yang disebut pikun digital, karena anak yang terpapar teknologi terlalu banyak, tidak bisa memusatkan perhatian, imbasnya bisa menjadi kesulitan belajar.
9.       Radiasi emisi

Pada bulan Mei 2011, WHO memasukkan ponsel dan gadget tanpa kabel lainnya dalam kategori Risiko 2B (penyebab kemungkinan kanker), karena radiasi emisi yang dikeluarkan oleh alat tersebut.
James McNamee dari Lembaga Kesehatan Kanada, member peringata pada tahun 2011 lau : “Anak-anak lebih sensitive terhadap radiasi disbanding orang dewasa. Karena otak anak dan system imun mereka masih berkembang. Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa risiko pada anak sama dengan risiko pada orang dewasa!”.
Baca juga : PENANGKAL RADIASI GADGET

10.   Proses belajar yang tidak berkelanjutan
Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak, bisa membuat proses belajarnya tidak kontinyu. Karena teknologi ini membuat segalanya menjadi lebih mudah, sehingga otak anak tidak terasah, disebabkan kemudahan yang ditawarkan untuk mencari jalan pintas.