Gejala PMS yang bisa dilihat secara fisik biasanya berupa:
- Emosi menjadi lebih cepat marah dan kesal
- Pusing
- Suasana hati yang cepat berubah
- Sakit kepala
- Nyeri pada payudara, pembengkakan payudara
- Rendahnya hasrat berhubungan seksual
- Konstipasi atau diare
- Pembengkakan pada pergelangan kaki, tangan,
- Jerawat.
Bagi sebagian orang, rasa sakit secara fisik dan stres emosional yang cukup parah memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Namun, biasanya menghilang dalam waktu empat hari setelah periode menstruasi dimulai.
Pada sebagian kecil wanita, gejala prahaid membuat mereka tidak bisa melakukan apapun. Bentuk PMS ini disebut gangguan dysphoric pramenstruasi atau premenstrual dysphoric disorder (PMDD).
Tanda dan gejala PMDD termasuk depresi, perubahan suasana hati, kemarahan, kegelisahan, perasaan kewalahan, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan tegang.
Tips Mengatasi Gejala PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Prahaid.
Meskipun terkadang perubahan suasana hati dan gejala lain PMS tampak sulit dikendalikan, namun Anda tetap bisa mengatasi gejala PMS dengan cara-cara seperti berikut ini:
Perhatikan pola makan
Pola makan yang benar pada saat menjelang menstruasi dapat membantu meredakan suasana hati yang meledak-ledak.
- Makanlah lebih sedikit, namun sering. Hindari makan besar dua atau tiga kali sehari karena dampaknya lebih mudah meningkatkan kadar gula darah. Hindari pula minuman bersoda dan makanan manis, seperti kue dan permen. Melonjaknya kadar gula darah justru bisa memberi dampak buruk terhadap suasana hati. Sebaliknya, gula darah yang stabil membantu meringankan gejala PMS tersebut.
- Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, pasta, sereal, beras merah, serta kacang. Makanan jenis ini bisa mengurangi gangguan suasana hati dan mengatasi “ngidam” makanan saat PMS. Meski dianggap dapat membantu mengurangi gejala PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid, kaitan antara pola makan tinggi karbohidrat kompleks dengan PMS, masih perlu diteliti lebih dalam.
- Meningkatkan asupan kalsium. Sebenarnya, alasan utama mengenai bagaimana kalsium dapat mengatasi gejala PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid masih belum diketahui secara pasti. Namun, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa asupan sekitar 1000 mg kalsium dalam sehari, dapat memperbaiki suasana hati dan mengatasi perut kembung terkait PMS. Selain itu, kalsium juga dapat mengurangi gejala kemurungan, depresi, serta rasa nyeri yang mungkin dirasakan saat PMS.
- Hindari minuman beralkohol dan kafein, beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman alkohol dan kafein dapat memperberat gejala PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid. Meski hal ini masih belum dapat dijelaskan dengan bukti yang akurat, sebaiknya hindari kedua jenis minuman ini, terlebih jika Anda merasa gejala PMS semakin berat setelah mengonsumsinya.
sumber : alodokter.com
Mengubah pola hidup
Bagi kebanyakan wanita, mengubah pola hidup dapat membantu mengatasi gejala PMS. Berikut caranya:
- Anda disarankan untuk berusaha menghindari penyebab-penyebab yang dapat menjadikannya lebih parah.Hindari segala sesuatu yang berpotensi membuat Anda kesal atau stres. Ada baiknya bagi Anda untuk memahami hal-hal yang membuat suasana hati berubah drastis selama PMS agar lebih mudah menghindarinya.
- Berolahraga. Selama berolahraga, otak melepas zat kimia bernama endorfin secara alami. Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa endorfin dapat membantu menenangkan suasana hati. Zat ini juga efektif dalam menangkal perubahan hormon yang disinyalir memicu perubahan suasana hati. Perut kembung dan nyeri, serta lelah dan sulit berkonsentrasi yang dikaitkan dengan PMS, dapat diredakan apabila Anda rutin berolahraga.
- Latihan yoga juga bisa menjadi pertimbangan yang menarik. Dengan melatih fisik, mental, dan pikiran melalui gerakan-gerakan yoga, Anda dapat menjadi lebih tenang dan merasa lebih nyaman ketika mengalami gejala PMS.
- Hindari merokok. Suatu penelitian menunjukkan bahwa wanita yang merokok cenderung mengalami PMS yang lebih berat dibandingkan mereka yang tidak merokok.
- Cobalah melakukan hal-hal yang membuat perasaan Anda senang, sebelum dan selama menstruasi. Namun, tetaplah hindari melakukan terlalu banyak kegiatan agar Anda tidak menjadi terlalu lelah dan gejala PMS tidak malah bertambah berat.
sumber : alodokter.com
Pertimbangkan penggunaan obat
Pada saat gejala PMS mulai datang, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi obat. Terlebih jika gejala PMS cukup berat hingga mengganggu aktivitas Anda, dan berbagai cara di atas tidak efektif meringankan gejala PMS. Berikut beberapa jenis obat yang biasa dipakai untuk membantu mengatasi gejala PMS:
- Obat antinyeri, misalnya paracetamol. Obat ini dapat membantu meredakan gejala nyeri saat PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid, seperti nyeri otot, kram perut, nyeri pada payudara, dan sakit kepala. Perhatikan dosis yang tertera pada kemasannya.
- Selain mencegah terjadinya kehamilan, pil kontrasepsi juga dapat membuat hormon di dalam tubuh menjadi lebih stabil. Dokter dapat memberikan obat ini bagi Anda yang menginginkan kontrasepsi sekaligus mengurangi gejala PMS. Namun, efek samping pil KB justru dapat memperberat gejala PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid jika Anda tidak cocok dengan pil KB. Karena itu, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan pil KB untuk mengobati gejala PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid.
- Antidepresan. Obat jenis ini lazimnya digunakan untuk mengobati depresi. Akan tetapi pada kasus PMS tertentu, antidepresan mungkin dibutuhkan untuk meringankan keluhan PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid. Obat ini biasanya diberikan pada kasus di mana PMS tidak membaik setelah diberikan obat-obatan lain.
sumber : alodokter.com
Pencegahan
PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid dapat dicegah dengan cara menjaga agar hormon di dalam tubuh tetap stabil, karena penyebab PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid adalah karena adanya perubahan hormon selama masa/siklus menstruasi, yaitu hormon estrogen dan progesteron.
SALUT yang mengandung Salmon dan Walnut dapat membantu menstabilkan hormon sehingga tidak terjadi PMS (Premenstrual Syndrome) atau Sindrom Pra haid.

